Gudang Ilmu
Jumat, 06 Januari 2012
Kamis, 03 Maret 2011
Indonesia Pusat Peradaban Dunia
Kalau kita mendengar kata Atlantis, pastilah kita menerka adalah sebuah kerajaan yang hilang dan di duga tenggelam di dasar laut di Samudra Atlantik. Banyak dugaan bahwa Atlantis terletak di dekat Pulau Kreta di Yunani, atau bahkan di sekitar Mesir, di Amerika Selatan dan juga pernah diduga berada di dalam perairan Jepang. Semua punya dasar teori masing-masing, baik berdasarkan cerita, buku-buku karangan tokoh terkenal, dan juga dari penelitian para ahli.
Tahukah anda bahwa Atlantis adalah sebuah benua yang sangat besar yang keberadaannya ditaksir sekitar 12.000 tahun yang lalu yang patut diduga adalah satu-satunya benua di muka bumi ini dahulunya. Konon pada saat itu, berdirilah sebuah peradaban yang sangat maju dengan masyarakatnya yang hidup damai, sejahtera, teratur dan maju pada jamannya. Bangunan-bangunan yang besar dan tinggi sudah ada seperti bentuk Piramid Mesir. Alhasil, ini menunjukkan betapa bangsa ini merupakan bangsa yang maju dengan keahlian di bidang konstruksi bangunan, pengolahan tanah yang teratur, serta berkembangnya pengaruh kebudayaan yang lainnya.
Banyak pendapat yang mengatakan bahwa peradaban Atlantis itu ada di wilayah Indonesia, namun bukti secara nyata belum didapat. Dilihat dari aspek sejarahnya, Indonesia merupakan gabungan dari berbagai macam kerajaan yang mempunyai sejarah panjang dan umurnya sudah berabad-abad lamanya. Dari banyaknya situs-situs sejarah yang ditemukan seperti Candi, Yupa, Yoni, Lingga, Arca ini menunjukkan bahwa Indonesia memang pusat kebudayaan. Dan bahkan pada penelitian baru-baru ini ditemukan beberapa situs penting berupa Piramid yang tingginya lebih dari 100 meter yang merupakan Piramid terbesar yang pernah ada di Indonesia. Piramid ini tersebar di beberapa daerah seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Aceh, Bali, Maluku, dan Sulawesi. Temuan ini memang belum dapat kita saksikan, karena penelitian masih terus dilakukan dan sifatnya rahasia, mari kita tunggu hasilnya.
Bicara sejarah, di dalam Kitab Al Quran digambarkan ketika Nabi Nuh A.S membuat perahu di daratan, banyak orang yang tidak mempercayainya. Namun tatkala tiba-tiba datanglah air bah yang maha dasyat datang menenggelamkan semua daratan hingga ke bukit-bukit, mereka baru percaya meskipun sudah terlambat.
Dari fakta sejarah itu, saya berani mengambil kesimpulan bahwa air yang datang itu bisa karena beberapa sebab, diantaranya karena adanya tsunami, gempa bumi, atau adanya pemanasan global. Tsunami terjadi ketika ada dua atau lebih lempeng bumi didalam lautan bertubrukan yang salah satu kemudian menyisip keatas atau kebawah sehingga terjadi adanya rongga atau celah diantara lempeng-lempeng bumi itu. Celah inilah yang kemudian menarik air laut masuk kedalam yang kemudian akan kembali lagi dan menimbulkan gelombang di lautan menjadi tsunami. Kekuatan gempa diperkirakan lebih dari 10 skala righter. Dugaan yang kedua adalah adanya gempa bumi baik gemba tektonik maupun gempa vulkanik. Indonesia dikelilingi oleh cincin api (ring of fire) dimana ada 3 lempeng bumi dan ratusan gunung berapi yang mengeliling wilayah Indonesia. Gempa bumi mengakibatkan tanah menjadi amblas, sehingga permukaan tanah yang amblas ini kemudian tertutup oleh air. Dugaan yang terakhir adalah adanya pemanasan global, ini dikarenakan pada saat itu bumi sebagian besar masih tertutup oleh lapisan es. Wilayah Indonesia berada di tengah-tengah bumi dan merupakan wilayah yang paling panas di muka bumi sehingga diyakini peradaban yang maju, sejahtera dan paling beradab yang diibaratkan laksana surga memang Indonesia. Ketika es mencair maka daratan-daratan yang lebih rendah secara otomatis akan tenggelam oleh es yang mencair sehingga banyak masyarakatnya yang kemudian berpindah tempat hingga ke Eropa, Afrika, Australia, dan bahkan sampai Amerika.
Tahukah anda bahwa Atlantis adalah sebuah benua yang sangat besar yang keberadaannya ditaksir sekitar 12.000 tahun yang lalu yang patut diduga adalah satu-satunya benua di muka bumi ini dahulunya. Konon pada saat itu, berdirilah sebuah peradaban yang sangat maju dengan masyarakatnya yang hidup damai, sejahtera, teratur dan maju pada jamannya. Bangunan-bangunan yang besar dan tinggi sudah ada seperti bentuk Piramid Mesir. Alhasil, ini menunjukkan betapa bangsa ini merupakan bangsa yang maju dengan keahlian di bidang konstruksi bangunan, pengolahan tanah yang teratur, serta berkembangnya pengaruh kebudayaan yang lainnya.
Banyak pendapat yang mengatakan bahwa peradaban Atlantis itu ada di wilayah Indonesia, namun bukti secara nyata belum didapat. Dilihat dari aspek sejarahnya, Indonesia merupakan gabungan dari berbagai macam kerajaan yang mempunyai sejarah panjang dan umurnya sudah berabad-abad lamanya. Dari banyaknya situs-situs sejarah yang ditemukan seperti Candi, Yupa, Yoni, Lingga, Arca ini menunjukkan bahwa Indonesia memang pusat kebudayaan. Dan bahkan pada penelitian baru-baru ini ditemukan beberapa situs penting berupa Piramid yang tingginya lebih dari 100 meter yang merupakan Piramid terbesar yang pernah ada di Indonesia. Piramid ini tersebar di beberapa daerah seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Aceh, Bali, Maluku, dan Sulawesi. Temuan ini memang belum dapat kita saksikan, karena penelitian masih terus dilakukan dan sifatnya rahasia, mari kita tunggu hasilnya.
Bicara sejarah, di dalam Kitab Al Quran digambarkan ketika Nabi Nuh A.S membuat perahu di daratan, banyak orang yang tidak mempercayainya. Namun tatkala tiba-tiba datanglah air bah yang maha dasyat datang menenggelamkan semua daratan hingga ke bukit-bukit, mereka baru percaya meskipun sudah terlambat.
Dari fakta sejarah itu, saya berani mengambil kesimpulan bahwa air yang datang itu bisa karena beberapa sebab, diantaranya karena adanya tsunami, gempa bumi, atau adanya pemanasan global. Tsunami terjadi ketika ada dua atau lebih lempeng bumi didalam lautan bertubrukan yang salah satu kemudian menyisip keatas atau kebawah sehingga terjadi adanya rongga atau celah diantara lempeng-lempeng bumi itu. Celah inilah yang kemudian menarik air laut masuk kedalam yang kemudian akan kembali lagi dan menimbulkan gelombang di lautan menjadi tsunami. Kekuatan gempa diperkirakan lebih dari 10 skala righter. Dugaan yang kedua adalah adanya gempa bumi baik gemba tektonik maupun gempa vulkanik. Indonesia dikelilingi oleh cincin api (ring of fire) dimana ada 3 lempeng bumi dan ratusan gunung berapi yang mengeliling wilayah Indonesia. Gempa bumi mengakibatkan tanah menjadi amblas, sehingga permukaan tanah yang amblas ini kemudian tertutup oleh air. Dugaan yang terakhir adalah adanya pemanasan global, ini dikarenakan pada saat itu bumi sebagian besar masih tertutup oleh lapisan es. Wilayah Indonesia berada di tengah-tengah bumi dan merupakan wilayah yang paling panas di muka bumi sehingga diyakini peradaban yang maju, sejahtera dan paling beradab yang diibaratkan laksana surga memang Indonesia. Ketika es mencair maka daratan-daratan yang lebih rendah secara otomatis akan tenggelam oleh es yang mencair sehingga banyak masyarakatnya yang kemudian berpindah tempat hingga ke Eropa, Afrika, Australia, dan bahkan sampai Amerika.
Atlantis bukanlah sebuah kerajaan kecil, menurut saya Atlantis terbentang dari seluruh bagian wilayah bumi di belahan tengah meliputi wilayah Indonesia, New Guinea, sebagian lautan Atlantik dekat New Guinea hingga Amerika Selatan, sebagian wilayah Amerika bagian tengah, Samudra Pasifik bagian tengah, Afrika bagian tengah, Asia Tengah dan lautan Hindia. Namun pusat dari kerajaan Atlantis berada di Indonesia, yang digambarkan dalam filosofi orang jawa dengan sebutan "gemah ripah loh jinawi" dimana bumi nusantara ini diibaratkan sebagai lautan susu, apapun yang kita cari ada di bumi ini yaitu Indonesia. Mesir yang terkenal dengan piramidnya tidak menunjukkan bukti kuat bahwa disana ada kehidupan yang makmur karena terlihat hanya hamparan padang pasir saja. Indonesia memang layak sebagai pusat peradaban dunia, alangkah beruntungnya kita saat ini, mewarisi kekayaan yang amat berlimpah. Mari kita jaga bumi ini, untuk kita, untuk anak cucu kita, dan untuk generasi-generasi kita di masa depan.
Rabu, 02 Maret 2011
Belajar Dari Kesalahan
Setiap manusia memiliki bermacam-macam kebutuhan, baik kebutuhan pokok maupun kebutuhan pelengkap. Kebutuhan pokok setiap orang tidaklah sama antara satu orang dengan orang lain, tergantung dari pengaturan dan penyesuaian kebutuhan yang telah direncanakan. Orang tua pastilah berbeda kebutuhannya dibandingkan dengan anak-anak, laki-laki jelas berbeda kebutuhannya dengan perempuan, orang yang tinggal di pedesaan mungkin lebih sedikit kebutuhannya dibandingkan dengan mereka yang tinggal di perkotaan. Inti dari semua kebutuhan itu adalah bagaimana kebutuhan itu dapat tercukupi dan bisa bermanfaat dalam jangka panjang bagi diri sendiri atau orang lain.
Kebutuhan yang harus dipenuhi kadang bukanlah kebutuhan yang memang harus dipenuhi, tidak jarang kebutuhan itu hanyalah sebuah keinginan yang didasari oleh nafsu. Ada perasaan yang bermain disana, misalnya kita merasa malu jika tetangga memiliki mobil mewah berharga milyaran rupiah sementara kita hanya memiliki mobil dengan harga puluhan juta rupiah saja. Gengsi, itulah kata yang sering terngiang di telinga kita. Berbagai upaya kita lakukan demi mendapatkan mobil seperti tetangga kita itu, meminjam kepada Bank misalnya dengan bunga tinggi yang memotong gaji kita sehingga ada kebutuhan lain yang tidak tercukupi. Tetapi ketika kita mau merenung, sebenarnya untuk apa kita punya mobil mewah itu? Ini pertanyaan yang penting, kalau ditinjau dari kegunaannya mungkin hanya sederhana. Kita perlu mobil agar perjalanan yang jauh dapat diperpendek waktu tempuhnya, wisata bersama keluarga besar dapat dilakukan, mengantar anak pergi ke sekolah, atau bahkan mengantar paket barang jualan jika kita seorang pebisnis. Apakah ada korelasinya antara menggunakan mobil mewah lebih baik daripada mobil murah? Tentunya mobil mewah membutuhkan biaya operasional dan perawatan dengan biaya yang lebih mahal daripada mobil murah.
Kita mungkin terjebak pada hegemoni sikap yang konsumtif seperti saat ini, dimana gengsi, malu, iri menjadi kebiasaan kita. Jika sudah terlanjur, apakah sudah terlambat untuk kembali ke jalan yang benar? Jawabannya belum terlambat, kita harus mengevaluasi dan menganalisa kembali kebutuhan kita yang sebenarnya. Mulailah dari yang pokok dulu, kebutuhan pangan, sandang, papan, kendaraan, pendidikan, kesehatan, jaminan hari tua / asuransi, dan hiburan. Kita beri peringkat mana yang nomor satu, dua, tiga, dan seterusnya. Misalnya, pangan adalah kebutuhan yang pertama dan harus dipenuhi. Kalau kita terbiasa makan dari makanan pasta, cepat saji dan tentu berharga mahal maka kita harus merubah kebiasaan ini menjadi makan makanan yang sehat, alami dan pasti harganya jauh lebih murah. Tujuannya sama, yaitu kebutuhan akan energi bagi tubuh kita terpenuhi, dan lagi ketika kita makan makanan yang sehat, tubuh kita ikut sehat dan kantong kitapun ikut sehat,untung kan? Itu hanya salah satu contoh, ada lagi misalnya kendaraan yang tadinya mengguankan mobil mewah berharga milyaran kita ganti dengan mobil yang berharga puluhan juta rupiah saja.
Kebutuhan yang harus dipenuhi kadang bukanlah kebutuhan yang memang harus dipenuhi, tidak jarang kebutuhan itu hanyalah sebuah keinginan yang didasari oleh nafsu. Ada perasaan yang bermain disana, misalnya kita merasa malu jika tetangga memiliki mobil mewah berharga milyaran rupiah sementara kita hanya memiliki mobil dengan harga puluhan juta rupiah saja. Gengsi, itulah kata yang sering terngiang di telinga kita. Berbagai upaya kita lakukan demi mendapatkan mobil seperti tetangga kita itu, meminjam kepada Bank misalnya dengan bunga tinggi yang memotong gaji kita sehingga ada kebutuhan lain yang tidak tercukupi. Tetapi ketika kita mau merenung, sebenarnya untuk apa kita punya mobil mewah itu? Ini pertanyaan yang penting, kalau ditinjau dari kegunaannya mungkin hanya sederhana. Kita perlu mobil agar perjalanan yang jauh dapat diperpendek waktu tempuhnya, wisata bersama keluarga besar dapat dilakukan, mengantar anak pergi ke sekolah, atau bahkan mengantar paket barang jualan jika kita seorang pebisnis. Apakah ada korelasinya antara menggunakan mobil mewah lebih baik daripada mobil murah? Tentunya mobil mewah membutuhkan biaya operasional dan perawatan dengan biaya yang lebih mahal daripada mobil murah.
Kita mungkin terjebak pada hegemoni sikap yang konsumtif seperti saat ini, dimana gengsi, malu, iri menjadi kebiasaan kita. Jika sudah terlanjur, apakah sudah terlambat untuk kembali ke jalan yang benar? Jawabannya belum terlambat, kita harus mengevaluasi dan menganalisa kembali kebutuhan kita yang sebenarnya. Mulailah dari yang pokok dulu, kebutuhan pangan, sandang, papan, kendaraan, pendidikan, kesehatan, jaminan hari tua / asuransi, dan hiburan. Kita beri peringkat mana yang nomor satu, dua, tiga, dan seterusnya. Misalnya, pangan adalah kebutuhan yang pertama dan harus dipenuhi. Kalau kita terbiasa makan dari makanan pasta, cepat saji dan tentu berharga mahal maka kita harus merubah kebiasaan ini menjadi makan makanan yang sehat, alami dan pasti harganya jauh lebih murah. Tujuannya sama, yaitu kebutuhan akan energi bagi tubuh kita terpenuhi, dan lagi ketika kita makan makanan yang sehat, tubuh kita ikut sehat dan kantong kitapun ikut sehat,untung kan? Itu hanya salah satu contoh, ada lagi misalnya kendaraan yang tadinya mengguankan mobil mewah berharga milyaran kita ganti dengan mobil yang berharga puluhan juta rupiah saja.
Tidak ada kata terlambat untuk berubah, hanya niatan dan kemauanlah yang dapat membawa kita menuju puncak kejayaan dan puncak kedewasaan dalam berpikir, bertindak serta memutuskan yang terbaik untuk kita. Selamat mencoba, dan semoga sukses.
Selasa, 01 Maret 2011
Guru Kencing Berdiri, Murid Kencing Berlari
Murid biasanya mencontoh bulat-bulat apa yang dilakukan gurunya, sehingga guru seharusnya memberikan contoh yang baik kepada murid-muridnya.
Guru dan analogi
Guru menurut Agama Hindu merupakan simbol bagi tempat suci yang berisi ilmu (vidya) dan juga pembagi ilmu. Seorang guru adalah seorang pemandu spiritual / kejiawaan murid-muridnya. Guru dalam agama Buddha, adalah orang yang memandu muridnya dalam jalan kebenaran. Murid memandang gurunya sebagai jelmaan buddha atau bodhisattva. Dalam agama Sikh, guru mempunyai arti penting karena inti dari ajarannya adalah kepercayaan kepada ajaran Sepuluh Guru Sikh. Hanya ada sepuluh guru dalam agama Sikh, Guru Nanak Dev adalah guru pertama dan yang mendirikan agama Sikh. Orang India, China, Mesir, dan Israel menerima pengajaran dari guru yang merupakan Imam atau Nabi. Oleh sebab itu, seorang guru sangat dihormati dan terkenal dalam masyarakat serta menganggap guru sebagai pembimbing untuk mendapatkan keselamatan dan dihormati bahkan lebih dari orang tua mereka,
Langganan:
Komentar (Atom)



